Postingan

Gambar
  PPKM JAWA-BALI GAGAL GANJAR PRANOWO: JATENG DI RUMAH SAJA ! (Sumber Foto: akun instagram @ganjar_pranowo) Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan gerakan “Jateng di Rumah Saja”. Gerakan itu dilakukan selama dua hari guna menekan persebaran Covid-19. Dua hari yang dimaksud yaitu hari sabtu dan minggu pekan ini, tepatnya pada tanggal   6-7 Februari 2021. Ganjar, Gubernur Jawa Tengah yang sudah divaksin dua kali itu meminta seluruh warga Jawa Tengah untuk menahan diri tidak berpergian atau beraktivitas di luar rumah selama dua hari. Dalam dua hari tersebut, rencananya ia akan memerintahkan beberapa petugas penanganan Covid-19 melalui pimpinan-pimpinan daerah untuk melakukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat yang biasanya terjadi kerumunan, seperti tempat pariwisata hingga pasar. Untuk itu bagi pemilik tempat-tempat usaha diminta agar melakukan penutupan tempat usahanya selama dua hari saja. Ganjar pun berharap usulannya ini dapat diterima oleh semua pimpi...

Indepth (Topik III)

Gambar
  Perspektif Mahasiswa Terhadap Juru Parkir Seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta bernama Novita Dwi Cahyani berumur 20th sering menjumpai juru parkir di wiilayah kampus UMS. Tak heran banyaknya toko dan rumah makan di sekitar UMS sehingga juru parkir sangat dibutuhkan oleh pengguna jasanya seperti mahasiswa. Sekitar 3 tahun Novita berkuliah di UMS, ketika nongkrong maupun membeli sesuatu di daerah kampus UMS ia merasa jasa yang sudah diberikan oleh juru parkir sangat baik.   Jika motornya dititipkan akan aman kemudian motor terparkir rapih tidak akan mengalami kerusakan,serta akses untuk masuk ke toko atau rumah makan tersebut tidak tertutup oleh motor-motor sehingga sangat memudahkan. “ Juru parkir di daerah UMS sudah memberikan pelayanan jasa yang baik kepada pengguna, contohnya saja tukang parkir juga mengatur akses masuk jalan ke toko atau rumah makan. Ketika toko atau rumah makan tidak ada juru parkir , motor-motor akan terparkir sembarangan dan te...

Indepth ( Topik II )

Gambar
 50 Ribu Sehari Untuk Menghidupi Anak dan Istrinya Juru Parkir , pekerjaan yang dipandang rendah oleh sebagian orang akan tetapi banyak orang tidak mengetahui bahwa sebagai juru parkir merupakan pekerjaan yang sangat mulia. Itu pekerjaan yang saat ini digeluti oleh Bapak Suyatman. Ayah dari dua orang anak ini sudah bekerja selama 10   tahun, ujar Suyatman (Kamis,15/10/2020). Suyatman bekerja selama 3 jam perharinya sebagai juru parkir di Jl. Garuda Mas, tepatnya didepan ATM depan kampus 2 UMS. Pekerjaan kecil yang sehari-hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar tidak membuat Suyatman berkecil hati, dan ada sesuatu yang berbeda daripada juru parkir lainnnya saat memberikan pelayanan, setiap kali ada yang hendak parkir atau mengambil sepeda motor setelah selesai dari ATM, selalu disambutnya dengan senyum ramah. Setelah itu, Suyatman mengarahkan sepeda motor sesuai dengan arah yang hendak dituju. Lelaki berumur 55 tahun ini sehari-harinya berpenghasilan 50 ri...

Indepth ( Topik I )

Gambar
  PENGELOLAAN PARKIR DEPAN KAMPUS 1 UMS Adanya warung makan, minimarket, dan tempat foto copy di depan Kampus 1 UMS menjadi faktor yang menyebabkan orang parkir di sepanjang jalan tersebut. Pengguna parkir sering merasa dirugikan. Mereka merasa bahwa kendaraan yang diparkir tidak dijaga oleh petugas atau juru parkir. Saat mereka datang tidak ada petugas parkir, sedangkan saat mereka akan meninggalkan tempat tersebut secara tiba-tiba muncullah petugas parkir. JUKIR (juru parkir) seolah-olah mengarahkan kendaraan mereka lalu meminta uang parkir.  Tidak semua jukir seperti itu. Masih banyak jukir yang tetap mentaati peraturan dari PEMKAB. Mereka memarkir sesuai tempat yang sudah ditentukan dan menarik tarif parkir yang sesuai. Wahyono berumur 50 tahun, salah satu juru parkir Kabupaten Sukoharjo yang menjalankan tugasnya di depan Kampus 1 UMS mengatakan, sistem pengelolaan parkir ini dipegang oleh Dinas Perhubungan (DISHUB) Sukoharjo. Selain pembagian wilayah, tarif parkir hin...
Gambar
                    PERLUKAH PPKM JAWA-BALI DIPERPANJANG? Sumber foto: @sekretariat.kabinet Penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai jumlah tinggi beberapa waktu terakhir. Dengan itu, PPKM pun diperpanjang. Namun, kebijakan di dalamnya dianggap masyarakat membingungkan. Sudah dua minggu PPKM diterapkan, namun tak ada tanda-tanda menurunnya angka penyebaran Covid-19.   Bukannya menurunkan, dengan adanya kebijakan ini justru meningkatkan angka penyebaran Covid-19. Keadaan itu terjadi akibat masyarakat sudah lelah mengikuti kebijakan pemerintah yang berubah-ubah. Mereka malah semakin abai dan didasari dengan banyaknya tekanan hidup di masa pandemi ini. Tingginya angka penyebaran Covid-19 saat ini menunjukkan bahwa penerapan PPKM belum berhasil. Hal itu sesuai dengan penjelasan dari Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Syafrizal. Ia mengatakan bahwa dilihat dari hasil...
Gambar
  MENANTU TEGA USIR MERTUA GARA-GARA KORONA KLATEN – Seorang wanita bernama Tri tega mengusir ibu mertuanya sendiri dari rumah. Tri terpaksa melakukan hal tersebut karena virus mematikan yang ada saat ini, yaitu virus Covid-19 atau yang biasa disebut masyarakat dengan virus korona. Tri bersama suami dan anaknya tinggal di sebuah rumah sederhana yang kebetulan berada di depan rumah mertuanya sendiri. Rumah mereka saling berhadapan. Tri selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga melakukan kerja sambilan, yaitu menjahit sprei dan sarung bantal. Tri menjahit di rumah dibantu oleh ibu mertuanya. Hubungan Tri dengan ibu mertuanya itu sebenarnya baik. Menurut tetangga, mereka sering terlihat ngobrol di teras bersama anak-anak Tri. Selain itu, mereka juga sering terlihat bersama saat berbelanja sayur di pagi hari. Namun, suatu ketika di siang bolong, terdengar suara Tri berteriak. “Ibuuuuu... ibu mau apa ke sini, jangan ke sini, ibu balik aja ke rumah, sana pulang bu!” (teriak Tri da...
Gambar
  Iseng Bikin Donat, Dapur Mama Muda Ini Tetap Ngebul di Tengah Pandemi Covid-19 Seperti yang kita ketahui, Covid-19 merupakan virus mematikan. Sampai saat ini, rantai penyebarannya masih belum terputus. Bahkan, kasus di Indonesia semakin meningkat. Terlihat di bulan September ini, Covid-19 bisa dikatakan terparah karena sudah sampai pada klaster keluarga penularannya. Hal itu, disebabkan oleh masih banyaknya individu yang tidak mematuhi protokol kesehatan di masa new normal atau kebiasaan baru beberapa bulan ini. Mereka seolah terlena dengan kebiasaan baru, ada yang menganggap Covid-19 ini sudah tidak ada dan tidak berbahaya. Padahal perekonomian nasional saat ini benar-benar sudah tidak stabil. Dapat dikatakan sangat sulit. Tak hanya masyakarat kelas atas saja yang susah, banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah lebih susah lagi. Mereka yang sebelumnya sudah hidup pas-pasan atau hanya cukup untuk makan saja sekarang menjadi tambah susah. Ada yang terkena PHK, ada yang harus ...