Indepth (Topik III)
Perspektif Mahasiswa Terhadap Juru Parkir
Seorang
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta bernama Novita Dwi Cahyani berumur
20th sering menjumpai juru parkir di
wiilayah kampus UMS. Tak heran banyaknya toko dan rumah makan di sekitar UMS
sehingga juru parkir sangat
dibutuhkan oleh pengguna jasanya seperti mahasiswa.
Sekitar
3 tahun Novita berkuliah di UMS, ketika nongkrong maupun membeli sesuatu di
daerah kampus UMS ia merasa jasa yang sudah diberikan olehjuru parkir sangat baik.
Jika motornya dititipkan akan aman kemudian motor terparkir rapih tidak
akan mengalami kerusakan,serta akses untuk masuk ke toko atau rumah makan
tersebut tidak tertutup oleh motor-motor sehingga sangat memudahkan.
“Juru parkir di daerah UMS sudah
memberikan pelayanan jasa yang baik kepada pengguna, contohnya saja tukang
parkir juga mengatur akses masuk jalan ke toko atau rumah makan. Ketika toko
atau rumah makan tidak ada juru parkir,
motor-motor akan terparkir sembarangan dan terkadang menutupi jalan masuk toko.
Hal itu akan menyebabkan kerusakan pada motor, misalnya tergores oleh motor
lain.” Ujar Novita, Sabtu 17/10/2020
Menurutnya
biaya jasa untuk parkir juga sangat terjangkau bagi mahasiswa hanya Rp. 2.000.
Namun biaya parkir Rp. 2.000 itu hanya untuk pengguna motor, berbeda dengan
pengguna mobil biasanya Rp. 3.000 atau
bahkan sampai Rp. 4.000. Namun Novita juga terkadang sangat kesal karena jika
ia sehari menghampiri dua rumah makan atau membeli sesuatu ke toko maka untuk
biaya parkir sehari Novita menghabiskan Rp. 6.000, bagi mahasiswa uang dengan
nominal tersebut bisa digunakan untuk makan.
“Biasanya
saya parkir motor itu hanya bayar Rp. 2.000 saja, dengan nominal segitu sangat
murah dan terjangkau oleh mahasiswa. Ya sesuai bahkan melebihi dengan jasa yang
sudah diberikan oleh juru parkir. Namun
kadang saya juga kesal dan boros ketika makan siang dan malam atau ke toko
dalam sehari saya bisa menghabiskan Rp. 6.000 hanya untuk biaya parkir. Dengan uang segitu jika saya pergi ke
angkringan bisa untuk membeli makan. Kalau mobil biasanya Rp. 3.000 atau
duakali lipat dari biaya parkir motor.” Ujarnya, Sabtu 17/10/2020
Novita
mengatakan bahwa jasa parkir di sekitar kampus kendaraan menjadi lebih aman
jika ditinggalkan karena dapat pengawasan langsung oleh juru parkir, dengan
adanya jasa parkir juga dapat mengantisipasi kejadian kehilangan kendaraan
bermotor dan helm. Karena disekitar kampus banyak kasus kehilangan motor dan
helm yang tidak diawasi secara langsung oleh pemilik.
“Saya
merasa aman jika kendaraan dititipkan juru parkir karena dapat pengawasan
langsung dari juru parkir, dengan adanya jasa parkir disekitar ums
mengantisipasi kejadian kehilangan, karena kan disekitar kampus sering ada
kasus kehilangan motor.” Ujar Novita, Sabtu 17/10/2020
Mengangapi
adanya jasa parkir yang hampir disetiap tempat ada ia merasa semakin ada pengawasan
untuk kendaraan yang dititipkan, tetapi sebaiknya juru parkir berada di
tempat-tempat yang seharusnya memang dibutuhkan oleh masyarakat seperti tempat
yang tidak bisa terjangkau oleh pengawasan pemilik. Jadi jika ada tempat yang
bisa terjangkau oleh pengawasan pemilik sebaiknya tidak diberi jasa parkir.
“Jasa
parkir disetiap tempat didaerah kampus ya kendaraan kita dapat pengawasan
langsung oleh juru parkir dan seharusnya jasa parkir itu ditempatkan pada
tempat yang dibutuhkan, yang tidak bisa dijangkau oleh pengawasan kita sendiri
seperti toko kelontongan seharusnya tidak ada jasa parkirnya.” Ujarnya, Sabtu
17/10/2020
Komentar
Posting Komentar