MENANTU TEGA USIR MERTUA GARA-GARA KORONA

KLATEN – Seorang wanita bernama Tri tega mengusir ibu mertuanya sendiri dari rumah. Tri terpaksa melakukan hal tersebut karena virus mematikan yang ada saat ini, yaitu virus Covid-19 atau yang biasa disebut masyarakat dengan virus korona.

Tri bersama suami dan anaknya tinggal di sebuah rumah sederhana yang kebetulan berada di depan rumah mertuanya sendiri. Rumah mereka saling berhadapan. Tri selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga melakukan kerja sambilan, yaitu menjahit sprei dan sarung bantal. Tri menjahit di rumah dibantu oleh ibu mertuanya.

Hubungan Tri dengan ibu mertuanya itu sebenarnya baik. Menurut tetangga, mereka sering terlihat ngobrol di teras bersama anak-anak Tri. Selain itu, mereka juga sering terlihat bersama saat berbelanja sayur di pagi hari. Namun, suatu ketika di siang bolong, terdengar suara Tri berteriak.

“Ibuuuuu... ibu mau apa ke sini, jangan ke sini, ibu balik aja ke rumah, sana pulang bu!” (teriak Tri dari pintu rumahnya, Minggu 15/10/2020)

Ibu mertua yang ada di depan rumah Tri hanya tersenyum dan langsung balik badan untuk kembali masuk ke rumahnya. Ia ke rumah Tri dengan maksud untuk mengambil beberapa kain yang akan dijahitnya.

Ibu mertua Tri tidak marah mendapat perlakuan seperti itu dari Tri karena memang ia sudah tahu bahwa anaknya sedang menjalani isolasi mandiri setelah ke luar kota.

Ibu itu mengira tidak apa-apa jika ke rumahnya Tri sebentar untuk mengambil kain lalu balik lagi ke rumah. Namun, demi keamanan bersama Tri dengan sigap langsung teriak untuk meminta ibu mertuanya itu kembali ke rumah saja dari pada terpapar virus.

Tri mengusir ibu mertuanya itu karena ia habis pulang dari Kebumen, melayat bapak kandungnya yang meninggal dunia. Baru diketahui setelah penguburan, ternyata bapaknya tersebut dinyatakan positif Covid-19. Tri mengetahui hal tersebut setelah ia pulang ke Klaten. 

Dengan inisiatif Tri dan suaminya, akhirnya ia melakukan tes di rumah sakit. Hasil dari tes tersebut, menyatakan bahwa Tri, suami, dan anak-anaknya reaktif. Mereka diminta oleh pihak rumah sakit untuk isolasi mandiri di rumah sambil dipantau oleh petugas medis perkembangannya.

Selang beberapa hari, Tri dan keluarga kecilnya melakukan tes usap. Dari tes usap tersebut diketahui bahwa Tri dan dua anaknya yang masih SD itu negatif. Namun, Rosid, suami dari Tri hasil tesnya positif. Akhirnya Rosid diisolasi mandiri di rumah kosong yang sudah di sediakan oleh RT setempat. Isolasi dilakukan mandiri di rumah kosong karena Rosid termasuk pasien tanpa gejala.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indepth (Topik III)

Indepth ( Topik I )