Iseng Bikin Donat, Dapur Mama Muda Ini Tetap Ngebul di Tengah Pandemi Covid-19



Seperti yang kita ketahui, Covid-19 merupakan virus mematikan. Sampai saat ini, rantai penyebarannya masih belum terputus. Bahkan, kasus di Indonesia semakin meningkat.

Terlihat di bulan September ini, Covid-19 bisa dikatakan terparah karena sudah sampai pada klaster keluarga penularannya. Hal itu, disebabkan oleh masih banyaknya individu yang tidak mematuhi protokol kesehatan di masa new normal atau kebiasaan baru beberapa bulan ini. Mereka seolah terlena dengan kebiasaan baru, ada yang menganggap Covid-19 ini sudah tidak ada dan tidak berbahaya.

Padahal perekonomian nasional saat ini benar-benar sudah tidak stabil. Dapat dikatakan sangat sulit. Tak hanya masyakarat kelas atas saja yang susah, banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah lebih susah lagi. Mereka yang sebelumnya sudah hidup pas-pasan atau hanya cukup untuk makan saja sekarang menjadi tambah susah. Ada yang terkena PHK, ada yang harus mengurangi jualannya karena sepi pembeli, ada yang seharusnya tahun ini bisa daftar kerja tetapi tidak jadi karena perekrutan dibatalkan, dan sebagainya. Mereka seolah mati gaya dengan kehidupan sekarang.

Pada akhirnya, banyak orang-orang yang rela melakoni pekerjaan apa saja demi mencukupi kebutuhan hidupnya. Syukur, saat ini dunia sudah mulai canggih, maka siapapun dapat memanfaatkannya dengan baik. Salah satunya sebagai media pemasaran produk atau dagangan. Hal ini, seperti yang sudah dilakukan oleh salah satu ibu muda yang berasal dari Klaten, Jawa Tengah.

 “Kemarin iseng bikin donat trus saya posting di WA. Eh kok pada tertarik mencoba. Mumpung orang-orang lagi di rumah, jadi bisa untuk ngemil sambil belajar atau bekerja dari rumah”, ujar Astri.

Sungguh, Covid-19 ini menjadi musibah buat siapapun. Namun, berbeda dengan Astri Ariani, seorang ibu muda tangguh yang rela berjualan donat buatannya sendiri untuk membantu suaminya dalam mengais rezeki. Baginya, pandemi ini tidak sepenuhnya membawa keburukan.

“Tergantung bagaimana kita menyikapinya”, tambah Astri yang biasa dipanggil Mama oleh anaknya.

Menurut ibu dua anak itu, selagi kita bisa menyikapi pandemi ini dengan tetap positif, maka tidak akan memperburuk suasana. Mau bagaimanapun hidup harus terus dijalani. Anak-anaknya tetap butuh makan. Jadi, harus tetap bekerja demi kebutuhan dapur dan lainnya.

Sebelumnya, dia hanya menjual kue-kue kering. Saat lebaran kemarin, dia juga membuat kue lebaran walaupun tidak sama seperti tahun sebelumnya yang berjualan dalam jumlah besar. Setelah lebaran dia melanjutkan produksi kue kering. Namun, karena Covid-19 ini pesanan berkurang. Terpikirlah, ide untuk membuat donat. 

Donat pada umumnya dicetak dengan bentuk bulat lalu tengahnya berlubang, sedangkan donat milik Astri ini, dibentuk bulat saja tanpa diberi lubang tengahnya. Astri memilih bentuk seperti itu karena dia lebih menonjolkan kreasi pada hiasan atasnya dari pada bentuk donat. 

Awalnya, Astri membuat donat dengan 3 topping saja, yaitu cokelat, stroberry, dan bluberry. Setelah bertambahnya permintaan atau pesanan, akhirnya Astri berkreasi dengan topping dan varian rasa yang lain. Astri menjual dengan berbagai ukuran box. Dia membuat berapa box tergantung pesanan yang ada. Berlusin-lusin donat bisa ia jual dalam sehari. Untuk harga ia menyesuaikan banyaknya pesanan, varian rasa, dan topping.

Setelah memposting hasil tangannya tersebut, mulai muncul pesanan dari teman-teman yang menjadi kontak whatsapp-nya. Banyak anak-anak dari temannya yang tertarik untuk mencoba donat lucunya itu. Dengan berbagai kreasi, donat dihias oleh Astri seunik dan semenarik mungkin. Sampai akhirnya, pesanan mulai banyak dalam satu hari. Ada yang pesan untuk sekadar cemal-cemil di rumah, ada yang pesan untuk anaknya yang sedang ulang tahun, bahkan sampai ada yang pesan untuk hantaran lamaran.

Astri membuat donat dibantu oleh ibu dan kakaknya. Donat ditawarkan atau diiklankan lewat media whatsapp dan instagram miliknya. Dia memakai sistem COD (Cash of Delivery) untuk mengantar pesanan sampai pada tangan pembeli. Terkadang, suaminya juga membantu mengantarkan Astri untuk “COD-an” dengan pembeli. Hal itu dipilih olehnya, karena untuk saat ini pembeli masih berasal dari sekitar rumah atau daerahnya. Belum terlalu jauh atau belum sampai ke luar kota. Walaupun demikian, bagi Astri itu cukup untuk membantu biaya makan sehari-hari di tengah sulitnya ekonomi saat pandemi Covid-19 ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indepth (Topik III)

Indepth ( Topik I )