Gelar Tarawih di Tengah Pandemi Covid-19

KLATEN- Selama pandemi virus corona, umat muslim di Indonesia dianjurkan pemerintah untuk beribadah di rumah. Hal itu diindahkan oleh salah satu desa yang ada di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, yaitu Desa Kenaiban RT 05/03. Sudah satu minggu puasa ramadhan ini terlaksana. Warga Desa Kenaiban yang sebelumnya sepakat untuk tidak menyelenggarakan sholat terawih berjamaah di masjid, akhirnya pada Jum’at (1/5) malam untuk pertama kalinya warga desa tersebut sholat tarawih berjamaah di masjid.

Seminggu sebelum ramadhan sudah diadakan musyawarah antarwarga dan takmir setempat. Terjadi perbedaan pendapat, ada sebagian warga yang ingin melaksanakan tarawih di masjid, ada juga yang menolak.. Perbedaan pendapat diakhiri dengan keputusan dari takmir masjid yang menyatakan bahwa warga yang akan tetap melaksanakan tarawih di masjid dipersilakan. Sebaliknya, bagi yang tidak maka dipersilakan tarawih di rumah saja. Hal itu yang menyebabkan sedikitnya jamaah tarawih pada tarawih pertama yang diselenggarakan Desa Kenaiban pada Jum’at (1/5).

Desa Kenaiban merupakan salah satu desa kecil dengan jumlah warga yang tidak lebih dari 60 Kartu Keluarga. Tidak ada perantau dan tidak ada warga yang bekerja di luar kota. Selama adanya pandemi covid-19 ini, Desa Kenaiban sendiri tidak ada korban. Jadi, sangat sedikit kemungkinan untuk terkena virus corona. Dengan itu, tarawih pertama pun diselenggarakan oleh sebagian warga setempat.

Sholat tarawih di Desa Kenaiban dimulai sekitar pukul 19.15 WIB. Tidak ada jarak, sholat tarawih dilaksanakan seperti sholat tarawih biasanya. Pada saat mengikuti sholat tarawih berjamaah, terlihat beberapa jemaah yang memakai masker. Tidak ada jemaah yang berasal dari luar Desa Kenaiban.

Tampak sedikit, tidak seperti tarawih tahun-tahun sebelumnya yang penuh jamaah. Hanya sebagian saja yang mau mengikuti tarawih berjamaah di Masjid Hikmah Kenaiban. Beberapa warga Desa Kenaiban lainnya tetap melaksanakan tarawih di rumah dengan keluarga masing-masing.

Keputusan untuk menyelenggarakan sholat tarawih berjamaah itu berawal dari Ketua RT (05), Desa Kenaiban. Selaku Ketua RT, Bowo mengikuti perkembangan khasus virus corona dari pemerintah dan sudah melakukan berbagai pertimbangan dengan takmir masjid Desa Kenaiban. Menurut Bowo, selama warga bisa menjaga kesehatan dan  tetap menjaga kebersihan selama di rumah, maka tidak ada masalah jika sholat tarawih dilaksanakan.  Bagi yang sedang sakit, diharap sadar diri dan dianjurkan tarawih di rumah saja agar tidak menular ke orang lain.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indepth (Topik III)

Indepth ( Topik I )