Gara-Gara
Covid-19, Perkenalan Siswa Daring!
Unggah foto ‘selfie’, siswa baru SMP N 1 Ngawen
lakukan perkenalan melalui grub whatsapp.
Perkenalan yang biasa dilakukan secara tatap muka, kali ini dilakukan secara
daring. Peserta didik baru diminta oleh wali kelasnya untuk mengunggah satu
foto dirinya yang biasa kita sebut dengan ‘selfie’
atau ‘swafoto’. Foto diunggah dan dilengkapi
dengan caption yang berisikan nama
panjang, nama panggilan, dan alamat.
Tak hanya siswa baru, wali kelas juga melakukan hal yang sama. Guru yang menjadi wali kelas mereka dalam grub whatsapp tersebut juga mengunggah foto ‘selfie’ dirinya disertai dengan nama.
"Ya, adik saya merasa senang dengan metode perkenalan seperti ini. Apalagi anak 'jaman now' yang suka main handphone dan selfie-selfie, jadi perkenalan seperti ini malah membuat dia cepat akrab dengan teman-teman barunya", ujar Rahma.
SMP N 1 Ngawen merupakan SMP negeri di Kabupaten Blora yang sudah menyelesaikan penerimaan peserta didik baru. Seperti sekolah-sekolah lain, SMP N 1 Ngawen laksanakan perkenalan dan pembelajaran daring.
Dengan adanya pandemi
Covid-19, penerimaan peserta didik baru tidak dilakukan seperti pada
tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, penerimaan peserta didik baru dilaksanakan
secara daring atau online oleh pihak
sekolah dengan syarat-syarat tertentu.
Masa penerimaan pun
sudah terlewatkan. Peserta didik yang sudah terdaftar dikelompokkan dalam grub whatsapp sesuai kelas masing-masing oleh
guru yang sudah ditunjuk pihak sekolah menjadi wali kelasnya.
Pada umumnya, saat
menjadi peserta didik baru kita pasti diminta untuk memperkenalkan diri di
depan teman-teman baru kita. Hal itu mungkin sudah menjadi tradisi di setiap
sekolah di seluruh Indonesia. Satu per satu maju ke depan untuk memperkenalkan
diri kepada teman-teman , guru atau wali kelas barunya. Kegiatan itu dilakukan
saat hari pertama dimulainya pembelajaran.
Akibat pandemi Covid-19,
tidak hanya penerimaan peserta didik saja yang dilakukan secara daring atau
online, tetapi pembelajarannya juga dilakukan secara daring mengingat masih
bertambahnya angka positif Covid-19 di Indonesia.
Siswa mungkin sudah
tidak asing lagi dengan pembelajaran daring karena sudah melaluinya selama 3
bulan terakhir. Sekarang saatnya masuk tahun ajaran baru 2020/2021, sesuai
anjuran pemerintah, untuk sementara dapat dilanjutkan secara daring saja.
Menteri pendidikan,
Nadiem Makarim pun sudah menjelaskan bahwa untuk tren belajar saat ini dapat
dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Pembelajaran daring atau yang saat ini
disebut dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dapat dilakukan dengan
memanfaatkan teknologi yang sudah menjadi tren global dalam dunia pendidikan.
Banyak sekolah maupun
perguruan tinggi tertentu yang melakukan pembelajaran jarak jauh ini dengan
tatap muka online, seperti menggunakan skype,
zoom, google meet, dan lainnya. Namun, hal ini tidak dilakukan oleh SMP N 1
Ngawen. Guru lebih banyak menggunakan whatsapp grub yang penggunaannya mudah,
praktis, dan tidak membutuhkan terlalu banyak paket data internet. Selain itu,
kendala jaringan juga akan menyulitkan siswa, guru, bahkan orang tua siswa yang
ikut mendampingi.


Komentar
Posting Komentar