Film The Post


  



Film The Post merupakan film yang dibintangi oleh Meryl Streep. Meryl Streep berperan sebagai  seorang penerbit surat kabar wanita pertama dengan nama Kay Graham. Ia merupakan wanita yang memiliki banyak teman politisi. Dalam perannya ia ditemani oleh Ben Bradlee sebagai seorang edito yang diperankan oleh Tom Hanks. Mereka terlibat perseteruan antara wartawan dengan pemerintah.

Film ini mengisahkan tentang keputusan dari Kay yang akan mempublikasikan suatu berkas rahasia. Kay Graham bimbang karena harus meneruskan bisnis atau memutuskan menjual saham The Washington Post.

Di tengah ketegangan menjual saham dan meliput pernikahan putri Presiden Richard Nixon, saingan mereka The New York Times memberi kejutan karena mereka menjadi berita utama. Mereka mengaku mendapat bocoran bahwa riset yang diinisiasi McNamara sebenarnya sudah menyimpulkan Perang Vietnam adalah percuma. Mereka menyebut tentara AS mengalami kemajuan pesat di Vietnam. Selama bertahun-tahun, dari presiden ke presiden, mulai Dwight Eisenhower, JFK, Lyndon Johnson sampai yang berkuasa saat itu, Nixon, mereka tetap mengirim pemuda-pemuda AS ke medan perang.

The Washington Post bergegas mencari dokumen asli riset itu. Saat mereka sudah mendapatkannya, Gedung Putih melarang The New York Times menerbitkan apa pun soal dokumen yang disebut membahayakan stabilitas negara dan menyalahi UU tentang spionase di AS milik Pentagon di tahun 1971.

The Post sangat menarik walaupun pada menit-menit awal sangat terlihat membosankan karena masih belum jelas permasalahannya. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata tentang surat kabar yang bernama The Washington Post. Washington Post dipimpim oleh Katherine Graham yang biasa dikenal dengan sebutan Kay Graham sesuai nama yang diperankan oleh Meryl Streep.

Dikaitkan dengan sembilan (9) elemen jurnalistik film ini memperlihatkan salah satu dari elemen tersebut, yaitu bahwa jurnalis harus memberi forum bagi publik untuk kritik maupun dukungan warga. Hal itu terbukti pada akting dari Meryl Streep yang dengan jelas menampakkan kegelisahan sebagai seorang pebisnis baru dan perempuan di industri media. Mimiknya mewakili kebimbangan saat ditodong pilihan antara harus menerbitkan Pentagon Papers atau membela teman-teman dekatnya yang politisi. Sedangkan Tom Hanks memerankan karakter kuat sebagai editor eksekutif yang tegas, idealis dan tak takut apa pun demi menegakkan prinsip jurnalisme, meski ia sendiri terhitung dekat dengan JFK. Kemarahan serta sindirannya saat surat kabarnya tak mendapat berita utama yang eksklusif persis menggambarkan bagaimana media saat itu dijalankan.

Sumber :

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Indepth (Topik III)

Indepth ( Topik I )