Diduga
Memiliki Aji-ajian, Ki Bagus Hadikusumo : Semua Peristiwa dan Nasib Manusia Telah Diatur Allah
Anehnya, Ki Bagus
dengan santainya tak bergeming dan tetap berdiam diri di tempat duduknya dekat
jendela. Banyak tas dan barang-barang yang diletakkan di tempat tas berjatuhan. Tak luput, tas Ki Bagus pun juga terkena
lesatan peluru dari penjahat itu. Selain mengenai tas, ada satu peluru yang
melesat di peci Ki Bagus Hadikusumo. Peci itu terpental tetapi peluru itu tidak
menembus atau keluar dari peci Ki Bagus, peluru itu hanya terselip di lipatan
peci. Pada saat Ki Bagus sudah sampai Hotel Des Indes, Jakarta, Ki Bagus
langsung membuka tas yang dibawanya. Seketika kamar beraroma harum, ternyata
disebabkan oleh aroma bekas tumpahan parfum yang terkena peluru tadi.
Pada saat Presiden Soekarno
mendengar kabar tersebut, beliau langsung menghampiri dan menanyai Ki Bagus : “Apa do’anya, Kangmas?” lalu Ki Bagus
menjawab: “Bahwa do’a itu sendiri tidak
mampu meraih kebahagiaan atau menangkis bencana. Do’a hanyalah permohonan,
tetapi apabila Allah telah mengabulkan maka tiada seorang pun dapat menolaknya
dan jika Allah menolak permohonan itu maka tiada seorang pun yang kuasa
menolongnya. Semua peristiwa dan nasib manusia telah diatur Allah dengan
takdir-Nya”.
Dengan kejadian itu
banyak orang mengira bahwa Ki Bagus Hadikusumo memiliki “aji-ajian” yang bisa
membuat dirinya kebal. Namun, pada kenyataanya anggapan itu tidak benar adanya.
Seperti yang sudah Ki Bagus sampaikan kepada Soekarno bahwa setiap peristiwa
dan nasib seseorang sudah diatur oleh Allah dengan segala takdir-Nya”.
Sumber :

Komentar
Posting Komentar